Minggu, 13 Mei 2012

Penjagaan dari kejahatan musuh

Nabi Ibrahim a.s berdakwah di tengah kaumnya. Tatkala kaumnya kehabisan cara untuk menghalang-halangi dakwah beliau, mereka sepakat untuk membakar Nabi Ibrahim a.s hidup-hidup. Beliau kemudian diletakkan di atas tempat pembakaran dan api pun mulai di sulut. Setelah itu, mereka berkata, "Lemparkan ia!". Seketika itu, malaikat Jibril datang menghampiri Nabi Ibrahim a.s dan berkata kepadanya, "Wahai Ibrahim, apakah kamu membutuhkan bantuanku?". Nabi Ibrahim a.s menjawab, "Jika kepadamu, aku tidak membutuhkannya. Tapi jika kepada Allah swt., itulah yang aku harapkan."

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits mauquf dari Ibnu Abbas, beliau berkata,"Hasbunallahu wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Dialah sebaik-baik pelindung)", kalimat inilah yang diucapkan Nabi Ibrahim a.s tatkala beliau dilemparkan ke dalam kobaran api. Kalimat ini pulalah yang pernah diucapkan Rasulullah saw. ketika orang musyrik pada saat itu mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah berkumpul untuk menyerang kalian, maka takutlah kepada mereka!". Namun perkataan ini justru menambah keimanan mereka sembari menjawab, "cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Dialah sebaik-baik pelindung,"

 Mereka melempar Nabi Ibrahim a.s. ke dalam kobaran api. Ketika beliau berada di udara, beliau berdoa, "Hasbunallahu wa ni'mal wakil." Tatkala tubuhnya mendekati kobaran api tersebut, Allah berfirman kepada api, "Berubahlah engkau menjadi dingin dan berikan keselamatan kepada Ibrahim!" Demikianlah, Nabi Ibrahim a.s dapat keluar dari kobaran api dengan selamat.

Allah-lah sebaik-baik pelindung, dan Dialah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Siapakah yang telah memadamkan kobaran api tersebut? Dialah Allah! Siapa yang mampu menyelamatkan manusia dari bencana di tengah lautan? Dialah Allah! Siapakah yang mampu menundukkan besi bagi para kekasih-Nya sehingga begitu lunak dan dapat dipatahkan? Dialah Allah! Siapa pula yang menyatukan hati diantara hamba-hamba-Nya? Dialah Allah!

Betapa sering kita memohon kepada-Nya ketika musibah datang menimpa
Tatkala ia berlalu, kita pun melupakan-Nya
Kita tengadahkan tangan agar Ia menyelamatkan kapal kita di tengah lautan
     Namun ketika telah berlabuh di tepian, kita pun mendurhakai-Nya
     Begitu kita jelajahi angkasa raya dengan aman dan tenang
     Dan kita tidak jatuh kepermukaan bumu karena Allah lah yang menjaga diri kita 

Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., keluarganya dan para sahabatnya.

Sabtu, 05 Mei 2012

Lanjutan

Sebagian orang shalih berkata, "Jika engkau ingin memberikan nasihat kepada teman, saudara ataupun anakmu, maka katakanlah kepadanya, 'Jaga dan tunaikanlah hak-hak Allah, niscaya Allah akan menjaga dan memelihara dirimu."

Oleh karena itu, Sulaiman bin Dawud a.s. pernah berkata, "Aku mempelajari apa yang telah dipelajari kebanyakan orang maupun apa yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya. Maka aku tidak menemukan sesuatu yang lebih bermakna dibanding dengan menjaga hak-hak Allah, baik di saat sedang sendiri maupun ketika sedang berada di keramaian."

Biarlah ia mengalir mengikuti takdirnya
Jangan sekali-kali engkau rusak ia dengan fikiranmu yang terbalik.

Penyair yang lain berkata,
Wahai dzat yang Maha Memelihara segala keinginan
Engkaulah yang telah menjaga dan memelihara diriku
     Ketika orang zalim berbuat semena-mena untuk membinasakanku
     Engkau pun segera menyelamatkan diriku

Allah swt. yang menciptakan semua makhluk, dan Dia juga yang menanggung dan mengurus kebutuhannya. Tidak satu pun binatang  melata yang ada di muka bumi ini kecuali Allah pasti memberi seluruh rezekinya.

Seorang lelaki pernah melihat seekor burung yang sedang terbang dari dahan pohon yang satu dan hinggap di dahan pohon yang lain sambil membawa potongan daging di paruhnya. Ia membawa daging itu ke atas sebatang pohon kurma. Lelaki itu pun segera memanjat pohon tersebut hingga akhirnya berhasil mendekati puncaknya. Dilihatnya seekor ular besar yang sangat tua dan buta melingkar di sana. Dan ketika burung itu telah berada di dekat si ular tersebut, ia segera memberikan isyarat kepadanya. Seketika itu pula, si ular membuka mulutnya dan kemudian burung tersebut melemparkan potongan daging yang ia bawa. Begitulah, seekor ular yang buta menyambut rezekinya di puncak sebatang pohon kurma melalui seekor burung.

Siapakah yang telah membimbing burung tersebut? Dialah Allah Maha Esa, dzat yang Mencipta dan Memelihara burung itu. Siapa yang telah menurunkan rezekinya kepada ular tersebut? Dialah Allah yang Maha Hidup dan tidak pernah mati, dzat yang Mencipta dan Memelihara ular.

Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.



Allah adalah sebaik-baik pelindung

Allah swt. senantiasa memlihara dan menjaga siapa saja yang menunaikan hak-hak Rabbnya dalam keadaan dan kondisi apapun yang tidak bisa dihitung oleh siapapun. Allah memelihara keyakinan yang sudah tertanam dalam dirinya, dan inilah yang paling bernilai dalam diri seorang muslim. Allah juga memeliharanya dalam mengarungi kehidupan di dunia dan menundukkan semua ciptaan-Nya. 

"Allah sebaik-baik penolong, dan Dialah yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang." (Yusuf [12]:64)

Allah menjaga agama seseorang yang tertanam dalam kalbunya. Allah memeliharanya dari kegamangan dan syubhat yang menyelinap dalam dirinya. Allah menjaganya dari syirik dan sifat kemunafikan. Allah juga menjaganya dari kebingungan dan kegalauan, serta dari semua keyakinan yang akan membinasakannya. Allah-lah yang telah memberikan perlindungan kepada hamba-hamba-Nya hingga akhirnya mereka mampu meniti jalan menuju kebaikan dan kebahagiaan yang sebenarnya, sementara orang-orang di sekitarnya hidup tanpa pernah mengetahui makna dari sebuah kehidupan.

Tidak hanya itu, Allah juga menjaga dirinya ketika ia sedang berhadapan dengan detik-detik terakhir kehidupannya, di saat ia harus berpisah dengan kehidupan dunia ini. Saat-saat yang begitu sulit untuk dijalani, saat dimana syetan dengan begitu giatnya untuk menjerumuskan seseorang masuk dalam perangkapnya. Namun Allah meneguhkan hati setiap mukmin yang sejati dengan kalimat yang kuat dan kokoh. Ia akan selalu membimbing hamba-Nya yang beriman untuk bisa mengucapkan kalimat tauhid, La ilaha illallah Muhammadur rasulullah ...

Namun, bagi mereka yang selama ini menyia-nyiakan dan melanggar aturan-aturan Allah, maka ketika ajal datang menjemput, lidahnya terpaksa mengkhianatinya, sehingga ia tidak lagi mampu mengucapkan kalimat tauhid. Akibatnya, penyesalan dan kepiluan yang akan menggantikannya. Penyesalan atas semua sikap dan tingkah lakunya di masa lalu. Namun sayang, penyesalan itu sudah terlambat. Ya, karena selama ini ia tidak menjaga dan menunaikan hak-hak Allah, maka Allah tidak berkepentingan untuk memelihara dirinya. Demikianlah akhir perjalanan hidupnya. Ia harus menanggung kerugian di dunia dan di akhirat, dan itulah kerugian yang nyata!

Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya.

Sabtu, 28 April 2012

Rutinitas yang dapat menjaga diri seseorang

Wudhu


Sehubungan dengan ini, Rasulullah saw. pernah bersabda: "Wudhu merupakan senjata orang yang beriman."

Ketika seseorang membasahi anggota tubuhnya dengan air wudhu, maka, --dengan izin Allah-- Dia akan menjaganya dari rasa ragu dan was-was, dari bisikan hawa nafsu, dari roh-roh halus yang mungkin akan mengganggunya, dari sifat dengki dan hasad (iri hati), serta dari berbagai bencana yang mungkin menimpanya.


Wirid dan Dzikir

Ayat Kursi.
Tidak diragukan lagi, bahwa Ayat Kursi benar-benar mengandung beberapa hal yang sangat menakjubkan dikalangan abid (orang-orang yang ahli ibadah). Selain itu, ia pun memiliki kedudukan yang sangat luar biasa di kalangan ahli tauhid. Keutamaan ayat ini hanya bisa diketahui dan difahami oleh mereka yang memang selalu mengamalkannya. Ibnu Qoyyim pernah berkata: "Aku benar-benar memohon kepada Allah memanjangkan usiaku sehingga aku dapat menulis beberapa jilid tafsir serta penjelasan tentang keutamaan ayat ini." Namun sayang, kematian lebih dahulu menjemputnya sebelum ia sempat menorehkan penanya. Oleh karena itu, apabila seseorang membaca ayat ini sebagai bagian dari rutinitas dzikirnya, niscaya ia akan selalu berada di bawah naungan penjagaan dan perlindungan Allah swt..

Penutup Surah Al-Baqarah
Yang dimaksud dengan penutup Surah Al-Baqarah adalah tiga ayat terakhir di penghujung surah Al-Baqarah. Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata, "Aku benar-benar merasa heran apabila ada seorang muslim yang tidur namun ia tidak membaca penutup surah Al-Baqarah sebelumnya."

Al-Mu'awwadzat (surah-surah penjagaan)
Rasulullah saw. pernah berkata kepada salah seorang sahabatnya, "(bacalah) qul huwallahu ahad, qul a'udzu birabbil falaq, dan qul a'udzu birabbinnas, ketika engkau berada di pagi hari dan sore hari sebanyak tiga kali, niscaya Ia akan dapat menjaga dirimu dari segala bahaya."

Membaca Al-Qur'an
Diantara pelindung diri yang paling baik adalah Al-Qur'an. Nafi' pernah berkata: "Ibnu Umar tidak memiliki kesibukan lain selama berada di dalam rumahnya kecuali berwudhu dan membaca Al-Qur'an."

Shalat Malam
Shalat malam bisa memberikan seseorang rasa bahagia dan lapang dada. Allah swt. berfirman, "Adakah hamba-Kuyang berdoa, maka Aku akan mengabulka permohonannya. Adakah hamba-Ku yang meminta, maka Aku akan memberinya. Adakah hamba-Ku yang memohon ampunan, maka Aku akan mengampuninya"
Inilah kiranya salah satu kemenangan yang paling besar. Namun sayang, kita lebih sering menghabiskan permulaan malam dengan begadang, hingga akhirnya kita harus kehilangan akhir malam yang penuh keberkahan.

Shalat Sunnah
Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah swt. berfirman, "Hamba-Ku akan tidak henti-hentinya mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang sunnah sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran yang dengannya ia mendengar dan penghlihatannya yang dengannya ia melihat ..."
Maka lakukanlah ibadah sunnah, semoga Allah swt. memberkahi kita semua. Wallahu a'lam

Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi Muhammad saw., keluarganya dan para sahabatnya.

Muhammad Al-Fatih 1453 (Felix Y. Siauw)

"Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya" (HR. Ahmad)

Demikian sepenggal sabda Rasulullah Muhammad saw. yang disampaikan kepada para sahabatnya. Pada saat itu, Islam adalah peradaban yang baru saja bangkit ditengah-tengah hegemoni Persia dan Romawi. Namun, bisyarah Rasulullah saw. ternyata mampu menginspirasi para sahabat dan mengantarkan mereka kepada kemenangan demi kemenangan. Melalui hadits ini pula, Rasulullah telah memberikan kabar mengenai pemimpin yang terbaik dan pasukan yang terbaik dan tentunya dalam salah satu penaklukkan yang paling agung dalam sejarah Islam dan termasuk pertempuran yang paling berpengaruh dan diingat oleh dunia. Rangkaian fenomena ini terangkum dengan manis dalam catatan sejarah.

Semua itu terjadi pada 1453


Jumat, 27 April 2012

Siapa yang disebut dengan Wali?

Seorang wali adalah mereka yang takut kepada Allah swt., bertawakkal & beramal salih. Dalam kitab "Al-Wilayah" karya Abu Utsman Ash-Shabuni dituturkan, bahwa yang dimaksud dengan wali adalah orang yang senantiasa melaksanakan semua kewajiban, menjauhi yang haram, melakukan yang sunnah, hatinya terbebas dari segala penyakit, berlapang dada, berakhlak mulia, melaksanakan shalat di keheningan malam (qiyamul lail), beri'tikaf untuk mendekatkan diri kepada-Nya, juga interaksinya dengan masyarakat baik dan jujur.

Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitab "Madarijus salikin" bahwa wali itu tidak harus mengenakan baju yang  compang-camping, tapi ia termasuk bagian dari manusia secara umum. Ia mengenakan baju sebagaimana yang biasa dikenakan orang lain. Ia makan tak ubahnya makanan yang sering dikonsumsi orang lain dan tidak ada yang membedakan di antara mereka kecuali amal perbuatan dan ketakwaannya kepada Allah swt,. tidak sebagaimana yang sering digembor-gemborkan para sufi:

Berapa banyak para wali yang berpakaian
Dan berapa banyak para zindik yang duduk di atas batu besar

Al-Hafizh Al-Hakami berkata,
Berjumpa dengan Allah merupakan suatu harap
Sementara Allah lebih mencintainya
Dan sebaliknya, orang yang membenci
Maka kepada Allah semata hendaknya kamu memohon
Rahmat dan fadhilah-Nya dan jangan berputus asa

Inilah yang paling mendekati kebenaran dan yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Wallahu a'lam bimuradihi 

Semoga Allah swt menjadikan kita semua sebagai bagian dari orang-orang yang menjadi kekasih-Nya dan dekat dengan-Nya. Wallahu a'lam.

Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya. Amiiin.

Minggu, 22 April 2012

Orang-orang yang bertakwa & yang celaka


Allah swt. berfirman:
“Inilah dua golongan (golongan mukmin & golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka,” (Al-Hajj [22]: 19)

Mata terbagi menjadi dua bagian:
Pertama, mata yang mengetahui Allah swt., mata yang menangis karena takut (siksa) Allah! Mata yang dipergunakan untuk mencermati tanda-tanda kebesaran Allah swt. dan merenungkan ciptaan-Nya.
Kedua, mata yang seringkali dipergunakan untuk melihat sesuatu yang haram dan berpaling dari hidayah sebaik-baik manusia, Muhammad saw., mata yang dilumuri dengan kemaksiatan dan perbuatan haram! Itulah mata yang kelak akan menangis saat ditampakkannya semua perbuatan manusia.

Hati terbagi menjadi dua:
Pertama, hati yang mengetahui Allah swt. dan dipenuhi dengan kalimat Lâ ilâha illallâh. Hati yang mencintai Rasulullah saw. dan berjalan diatas petunjuknya. Inilah hati yang bahagia.
Kedua, hati yang berpaling dari mengingat (Allah), melantunkan Al-Qur’an, membaca shalawat, mengetahui Allah, jalan yang benar dan perjalanan hidup Rasulullah saw.. Inilah hati yang terbalik, hati yang akan merasakan pilu.

Telinga terbagi menjadi dua:
Pertama, telinga yang mendengarkan wahyu dan lantunan Al-Qur’an, telinga yng mendengarkan sabda Rasulullah saw., telinga yang mendengarkan dakwah dan telinga yang senantiasa mengingat Allah swt. dan mendengar kebaikan. Inilah telinga yang berbahagia.
Kedua, telinga yang berpaling (dari ajaran-Nya) dan mendengar nyanyian, telinga yang mendengar kekejian, telinga yang membuatnya jauh dari Allah swt. dan yang mengundang murka Allah swt.

Lidahpun terbagi menjadi dua:
Pertama, lidah yang dipenuhi kata-kata hikmah dan kebaikan, lidah yang dipergunakan untuk penyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Kedua, lidah yang dipenuhi kata-kata kotor dan gosip, lidah yang seringkali mengeluarkan cacian dan hinaan, lidah yang tidak pernah lepas dari laknat dan fitnah. Inilah lidah yang akan merasakan kerugian.

Sesungguhnya percaturan antara orang yang bertakwa dan orang yang celaka akan senantiasa berlanjut terus. Perdebatan dan pertikaian antara keduanya akan terus ada dan tidak akan berhenti.
Semoga Allah swt. memposisikan kita pada barisan orang-orang yang bertakwa dan menjauhkan kita dari golongan orang yang celaka. Kita juga berharap, kiranya Allah swt. menghimpun kita bersama dengan Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan baginda Muhammad saw.. Merekalah sebaik-baik orang tempat bersanding.

Akhir dari doa kita adalah untuk mengucap puji syukur kepda Allah swt. Sang Pencipta. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah saw., keluarga dan sahabatnya. Amin.